Showing posts with label Shoes Lover. Show all posts
Showing posts with label Shoes Lover. Show all posts

Thursday, July 21, 2011

Yang Harus Diperhatikan Sebelum Membeli Sepatu

 
Bagi wanita, punya sepuluh sepatu pun rasanya belum cukup. Itulah kenapa pria sering heran melihat wanita tak henti berbelanja sepatu baru. Namun berapa kali Anda membeli sepatu yang akhirnya jarang dipakai? Agar tak terjadi lagi, simak 5 hal berikut ini yang perlu diperhatikan sebelum membeli sepatu.


1. Jangan beli sepatu untuk diperbaiki
Pernah membeli sepatu vintage yang kondisinya sudah tak sempurna dengan alasan "bisa diperbaiki di toko reparasi sepatu"? Ini adalah kebiasaan buruk. Hal kecil seperti kulit yang sudah pudar atau sol yang sudah tipis tak bisa diperbaiki hanya sekali. Apalagi bila menyangkut sepatu vintage, pasti akan ada masalah lain yang timbul.

2. Ukuran bisa diakali, kenyamanan tidak
Sekarang tak masalah lagi jika kita membeli sepatu yang ternyata ukurannya terlalu besar atau bahkan terlalu sempit. Toko reparasi sepatu bisa merombaknya agar sesuai dengan ukuran kaki Anda (meskipun membesarkan ukuran sepatu lebih efektif dilakukan pada sepatu flat dibanding high heels). Bahkan sepatu boots yang terlalu kencang atau terlalu longgar di bagian betis pun bisa mereka betulkan. Namun untuk masalah kenyamanan, tak ada yang bisa dilakukan. Maka dari awal pastikan sepatu yang Anda beli, terutama jika berhak tinggi, nyaman dipakai di kaki.

3. Agar sepatu lebih awet
Jika sepatu yang baru Anda beli tak memiliki sol karet di bagian bawah, segeralah bawa ke tukang sol sepatu atau toko reparasi sepatu terdekat, dan minta untuk dipasangkan. Sol karet tipis ini sangat berguna, terutama untuk sepatu berbahan kulit, untuk menjaga agar kulitnya tak mudah rusak dan terkoyak. Sol karet juga menahan air agar tak mudah merembes masuk ke dalam sepatu.

4. Jangan buang kardus sepatu dari tokonya
Toko sepatu membungkus sepatunya di dalam boks bukan sekadar sebagai wadah untuk Anda bawa pulang. Boks itu juga dimaksudkan sebagai tempat penyimpanan sepatu tersebut saat sudah berpindah dari etalase toko ke rumah Anda. Dengan menaruh sepatu di dalam boksnya (bukan di dalam kantong atau dibiarkan terbuka di tempat bersuhu panas/dingin), sepatu akan lebih awet dan terhindar dari kerusakan bentuk maupun tekstur.

5. Serahkan pada ahlinya
Untuk urusan menyemir sepatu, membersihkan noda, atau mengelem sol yang terbuka, Anda bisa lakukan sendiri di rumah. Namun memperbaiki sol, memperbaiki hak, atau membersihkan noda di sepatu berbahan suede, sebaiknya serahkan pada ahlinya di toko reparasi sepatu. Jika Anda lakukan sendiri, salah-salah malah merusak sepatu.
id.promotion.yahoo.com/

Sunday, July 17, 2011

100 Jam Demi Sepasang Selop

Seorang perajin asal Singapura menekuni seni “kasut manek” yang hampir mati dan menjelaskan kenapa butuh waktu sangat lama untuk memproduksi sepasang selop manik tradisional.


Di bawah redupnya cahaya sebuah lampu, Robert Sng menjahitkan manik-manik kaca mungil ke kanvas.

Perajin berusia 61 tahun itu tampak tersenyum puas. Ia duduk di atas meja tua, jari-jari tangannya memegang-megang potongan kain kanvas yang dihiasi manik-manik warna-warni.

“Ini proses yang sangat sangat lambat,” katanya sambil menusukkan jarum ke kain, “Anda hanya bisa menyelesaikannya jika Anda menikmati pekerjaan ini.”

Saat ia menarik benang, pecahan kecil kaca pun “mengambil tempatnya” di tengah pola rumit berbentuk bunga dan burung.

Meski ukuran desain ini tak lebih dari permukaan tangannya, ia sudah menghabiskan tiga minggu untuk mengerjakannya.


Perlu kesabaran tanpa batas dan tangan yang tak mudah gemetar untuk menyelesaikan rancangan manik-manik ini.

“Sekali bekerja, saya berkonsentrasi pada tiga baris manik, itu berarti dua jam sekali duduk,” kata Sng. “Jika saya duduk lebih lama, mata saya akan lelah dan otot leher mulai sakit.”

Setidaknya butuh satu minggu lagi sampai karya besar ini selesai. Sesudahnya, Sng akan membawa hasil kerjanya ke perajin sepatu yang akan membuat suatu produk akhir: selop manik tradisional atau kasut manek.

Beberapa dekade lalu, kasut manek ini adalah alas kaki pilihan di kalangan peranakan Melayu-Cina di Singapura dan Malaysia.

Dengan pola-pola rumit, alas kaki ini akan melengkapi gaya pakaian sekaligus menaikkan status sosial pemakainya yang biasanya adalah orang kaya. Sejak 1930-an sampai pertengahan abad lalu, kerajinan menghias selop manik adalah cara menghabiskan waktu dan kemampuan yang harus dimiliki oleh wanita.


Jika Cinderella punya sepatu kaca, maka para nonya punya sepasang selop manik jahitan tangan.

Kasut manek begitu populer sampai-sampai perempuan Peranakan — atau para nonya — memiliki satu pasang kasut yang cocok untuk setiap acara dan kesempatan.

Sayangnya, seiring zaman berlalu, gaya hidup yang sibuk tak menyisakan waktu untuk aktivitas semacam ini. Sekarang, membuat selop manik adalah hobi yang cukup aneh di antara sedikit orang Singapura.

Sng memang bukan keturunan peranakan, tapi melihat tetangganya yang sudah tua membuat selop manik ini adalah ingatan masa kecilnya yang paling kuat.

Hobi ini ia jalani saat berkarir sebagai pramugara. Setelah pensiun, ia melanjutkan membuat karya-karya seni ini di toko suvenir antiknya. Meski sepasang kasut manek selalu berharga tinggi, Sng tak menghasilkan banyak uang dari hobi ini.


Sng menunjukkan karya yang sedang ia kerjakan ke turis-turis asing di tokonya.

“Selop-selop saya harganya antara S$ 700-900 tergantung desainnya. Terdengar sangat mahal, tapi butuh 100 jam untuk menyelesaikan sepasang selop,” kata Sng.

Dalam tiga bulan terakhir, ia hanya berhasil menjual sepasang selop.

“Anak-anak muda sekarang lebih memilih belanja tas kulit bermerek,” ujar dia. Maka itu, Sng harus mengisi tokonya dengan barang-barang lain yang lebih mudah terjual.

Walaupun sedikit permintaan, Sng tetap berniat untuk menekuni selop-selop ini selama ia menikmatinya.

“Betul-betul tidak ada keuntungan dari mengerjakan ini,” Sng mengakui. “Buat saya ini sekadar aktivitas pensiunan. Sesuatu yang saya cintai dan pembuka percakapan,” katanya menambahkan.

“Turis-turis datang ke toko saya dan menanyakan apa yang saya kerjakan -- sebuah kesempatan buat saya untuk menunjukkan sedikit budaya kami ke mereka.”

Little Shophouse
Bussorah Street 43, Kampong Glam, +65 6295 2328


id.travel.yahoo.com

Tuesday, April 5, 2011

Alasan Wanita Tergila2 pada Sepatu

VIVAnews - Jauh sebelum perancang menciptakan sepatu-sepatu cantik dan mahal, wanita sebenarnya sudah tergila-gila pada sepatu. Membeli sepatu baru terkadang menimbulkan efek pembangkit mood yang luar biasa bagi wanita. Hal ini bukan tanpa sebab. Ketahui tiga alasan mengapa wanita tergila-gila dan kecanduan pada sepatu.

1. Kerja otak
 Hal yang harus diketahui adalah perasaan seseorang akan membaik ketika mencoba pakaian, sepatu atau aksesori tubuh. "Neurotransmiter dopamin dilepaskan, menciptakan perasaan lebih baik, efeknya mirip dengan ketika mengonsumsi obat-obatan. Dopamin akan terus meningkat sampai Anda menggesek kartu kredit Anda," kata Martin Lindstrom, penulis buku 'Truth and Lies About Why We Buy', seperti dikutip dari cosmopolitan.com.Biasanya, rasa bersalah akan muncul setelah membeli barang yang tak terlalu dibutuhkan, kecuali ketika membeli sepatu. Pembeli cenderung merasionalisasi membeli sepatu sebagai alasan praktis, yaitu sesuatu yang mereka dapat pakai berkali-kali. Membeli sepatu baru juga merangsang daerah korteks prefrontal otak yang disebut collecting spot."Sepatu adalah barang koleksi, seperti mengumpulkan ukiran berseni tinggi. Mengoleksi sepatu akan membuat aliran adrenalin makin terpacu dan menciptakan kepuasan," Suzanne Ferriss, PhD, editor buku 'Footnotes: On Shoes'.

2. Gambaran kekuatan
Semua jenis perasaan bahagia akan lebih intensifkan ketika Anda memilih sepatu tumit tinggi. Kondisi ini tentu saja karena alasan biologis. "Layaknya binatang, kita mengasosiasikan tinggi badan sebagai sebuah kekuatan," kata Helen Fisher, Ph.D., profesor antropologi di Universitas Rutgers, AS.Sepatu tumit tinggi secara harafiah bisa membuat status seseorang menjadi lebih tinggi saat memakainya. Jika dilihat dari sejarah, dulu hanya orang-orang kaya memakai sepatu hak tinggi."Sepatu juga menjadi ukuran kelas sosial, meskipun saat ini tidak menjadi patokan tetapi hal itu masih berpengaruh," ujar Fisher menambahkan.  

3. Pemulihan seksual
Alasan lainnya wanita kecanduan sepatu adalah seks. Sepatu tumit tinggi bisa dikatakan benda yang 'licik', Anda tentu ingin tahu alasannya. "Ketika seorang wanita memakai sepatu tumit tinggi, diasumsikan berpose sebagai primata yang siap kawin atau disebut lordosis. Bokong akan terangkat dan tercipta lengkungan punggung yang indah," kata Fisher.  Lalu, menurut Daniel Amen, MD, penulis 'The Brain in Love', pikiran banyak orang juga mungkin mengaitkan antara kaki dan seks. "Area otak yang berkomunikasi dengan alat kelamin berada tepat di sebelah area yang berhubungan dengan kaki. Daerah ini saling berbagai saraf, yang mungkin menjadi alasan mengapa sepatu dapat menimbulkan kesan erotis bagi wanita," ujar Amen.



Sumber: Yahoo.com

Wednesday, March 23, 2011

Jenis2 Sepatu

Sepatu tidak hanya berfungsi sebagai alas kaki, tetapi juga telah menjadi bagian dari penampilan seseorang. Untuk sepatu wanita, model sepatu yang dijual ada berbagai macam. Informasi berikut dapat berguna untuk menambah pengetahuan tentang apa saja model alas kaki yang ada.
Beragam sepatu wanita yang ada yaitu Open Toe Shoes, Pump Shoes, Sling Back Shoes, Wedge Heel, Kitten Heel, Stiletto, Selop, Boots dan Sports. Anda ingin tahu apa saja perbedaan jenis sepatu ini?

Open Toe Shoes

Seperti namanya, ujung sepatu ini terbuka sehingga jari kaki seperti ibu jari dan jari telunjuk terlihat. Bagian belakang pada umumnya tertutup, sehingga baik digunakan pada acara formal atau informal. Keuntungan menggunakan sepatu ini adalah kaki tidak berkeringat sehingga lebih nyaman.



 

Pump Shoes

Pump shoes mengartikan sepatu labu. Disebut demikian, karena ujung sepatu ini menyerupai buah labu, berbentuk setengah bundar. Sepatu jenis ini cocok bila dikombinasikan dengan rok mini.



Sling Back Shoes

Jenis ini dicirikan dengan adanya tali yang melilit di pergelangan kaki. Sering juga disebut sepatu sandal. Cocok digunakan dengan rok model A-line sehingga dapat memberi kesan feminim pada penampilan anda.

 

 

Wedge Heel

Sepatu ini dapat diperuntukkan bagi anda yang merasa tidak nyaman dengan sepatu berhak kecil. Wedge Heel memaksudkan jenis sepatu dengan hak yang mempunyai ukuran yang sama dari depan sampai belakang dan menyatu dengan sol sepatu. Hak sepatu ini tidak mudah patah dan cocok bagi anda yang memiliki berat badan lebih.

Kitten Heel

 Maksud sepatu ini adalah sepatu dengan hak rendah. Lebih cocok bila digunakan dalam acara-acara kasual.

 

 Stiletto

Dengan bagian depan yang runcing dan hak yang tinggi runcing, sepatu ini cocok bila anda menggunakan gaun dalam acara pesta karena dapat menimbulkan kesan feminim dan seksi.

 

 

 

Selop

Disebut juga dengan slipper. Selop dengan bagian belakang terbuka dan menyerupai sandal ini dapat digunakan bila anda ingin tampil santai tetapi ingin tetap berkesan sopan.

 

 

 

Boots

 

Sepatu yang tertutup keseluruhan. Boots ada yang hanya sampai pergelangan kaki, sampai setengah betis dan ada yang sampai selutut. Seperti koboi, sepatu ini sangat cocok bila digunakan dengan jeans.

 

 

 Sports

 

Sering disebut dengan sepatu kets. Sepatu yang biasa digunakan saat berolahraga.
http://amiicoratcoret.blogspot.com/2010_06_01_archive.html

Tebak Karakter Wanita Lewat Sepatu yang Dipakainya

  • By Ayu Kinanti  Monday March 21, 2011 12:16 pm WIT


Sepatu wanita tak hanya membuat mereka terlihat cantik dan bergaya, tapi juga menunjukkan karakter.
Hal di atas diungkapkan para peneliti asal Perancis yang dikutip dari Sheknows.com. Berikut paparan mereka:

Wanita yang memilih sepatu dengan model stiletto (memiliki hak tinggi) cenderung ingin menonjol di antara yang lain. Hal itu ia lakukan demi menutupi rasa tidak percaya dirinya. Sepatu model tersebut juga biasa digunakan oleh para wanita yang menyukai tantangan, berani dan memiliki daya tarik seksual.
http://simpatizone.telkomsel.com/web/uploads/funzone/web/4023.jpeg

Sepatu kitten heels atau sepatu yang memiliki hak berbentuk paku payung biasanya dipilih oleh wanita yang memiliki kepercayaan diri tinggi, aktif, dan sangat menarik. Mereka ini juga memiliki sifat feminin yang natural.

Wanita yang memilih sepatu wedges tinggi adalah wanita kuat dan percaya diri akan pandangan hidupnya. Sedangkan mereka yang memilih sepatu wedges dengan hak rendah biasanya memiliki pribadi yang fleksibel, santai serta menyenangkan.


Para wanita romantis biasanya memilih sepatu yang memiliki hak tinggi dengan model platform (memiliki penyangga di bagian telapak depan). Wanita bersepatu platform juga memiliki sikap yang praktis dan berusaha keras dalam mencapai tujuannya.


Sedangkan wanita yang memilih sepatu sport memiliki hati yang sangat terbuka dan mudah bergaul. Tapi di sisi lain, mereka juga konservatif dan sulit menerima perubahan.

Bagaimana dengan Anda?