Showing posts with label Food and Beverage. Show all posts
Showing posts with label Food and Beverage. Show all posts

Sunday, July 17, 2011

Lima Restoran Bersejarah di Singapura

Kari dari India Utara, sup borsch yang mengenyangkan, pasta dengan tinta cumi… Berikut ini lima restoran yang membuktikan bahwa mereka bisa bertahan tanpa harus mengikuti tren.

Oleh Eve Ang

Para penikmat makanan di Singapura sering dimanjakan dengan berbagai tren terbaru dalam makanan. Tapi beberapa restoran memilih bertahan dengan kekhasan mereka. Meski tak selalu menguntungkan, tetap saja restoran-restoran ini menyajikan hidangan spesial bagi para pelanggan yang kini sudah beranak-cucu.

Beberapa tempat, seperti Shashlik dan Pete's Place mempertahankan tampilan interior mereka, sementara Gordon Grill dan Ristorante Bologna menambah menu baru dan memperbarui interior demi mengikuti perkembangan zaman.

Shashlik



Tak ada tempat lain di Singapura selain Shashlik yang menyajikan sup borsch gurih.

Sejarahnya: Restoran Rusia pertama di Singapura, Troika, buka di Bras Basah pada 1943. Restoran ini kemudian pindah ke Liat Towers pada 1967. Ketika Troika tutup pada 1986, beberapa bekas staf restoran tersebut — kebanyakan asal Hainan — berkumpul dan mendirikan Shashlik di Far East Shopping Centre. Sekarang, dapur Shashlik sudah dipimpin koki generasi keenam.

Alasan tempat ini masih disukai: "Meski sudah berumur 25 tahun, Shashlik terus menyajikan sup borsch yang autentik. Sajian penutup mulut Baked Alaska mereka juga disajikan dengan atraksi api, langsung di depan Anda," kata Anthony Ang, seorang pekerja TI yang teratur makan di tempat itu.

"Dan pastinya, salah satu pemilik Shashlik, Paman Tan yang berusia 81 tahun masih turun sendiri dan mengawasi restoran."

Menu pilihan: Semangkuk sup borsch dengan sesendok krim kocok di atasnya, diikuti dengan hidangan Fish En Papillotte yang lembut. Untuk nostalgia, tutup hidangan dengan Baked Alaska.

Orchard Road 545, #06-19 Far East Shopping Centre; +65 6732 6401

Gordon Grill



Awali dengan carpaccio daging wagyu yang lezat.

Sejarahnya: Restoran grill pertama di Singapura buka pada 1963 dengan nama Gordon Room di Goodwood Park Hotel. Inilah restoran pertama yang menawarkan daging sapi Black Angus.

Pada 1965, restoran ini kemudian pindah ke lokasi yang sekarang dan berganti nama jadi Gordon Grill. Pada 2004, Gordon Grill direnovasi besar-besaran untuk membawa nuansa kontemporer pada interiornya lewat warna-warna netral.

Alasan tempat ini masih disukai: Sekitar 70 persen pengunjung ingin menikmati potongan daging istimewa dari koki Gan Swee Lai, yang sudah bekerja di sini selama 10 tahun.

"Salah satu godaan besar di restoran ini adalah kereta daging, berbagai potongan steak premium akan diperlihatkan ke para tamu, dipotong lalu ditimbang di meja tamu," kata Patricia Law, 43, yang sudah makan di Gordon Grill sejak masih kecil.

"Kereta dorongan daging di sini sangat unik, dan dipakai sejak akhir 1970-an."

Menu pilihan: Pilih potongan daging paling populer dari kereta dorongan seperti wagyu USDA Gold Grade Snake River Farm atau US Black Angus. Makan malam six-course (s$108), yang terdiri dari enam tahapan, adalah demonstrasi yang mewakili kemampuan memasak Chef Gan dalam memasak daging dan bukan daging.

Scotts Road 22; +65 6730 1744

Restaurant Bologna



Pasta tinta cumi khas restoran Bologna.

Sejarahnya: Restoran Bologna mengkhususkan pada fine dining masakan Italia. Restoran ini berdiri pada 1987, bersamaan dengan pembuatan hotel Marina Mandarin. Pada 2005, Bologna direnovasi, berbarengan dengan hotel.

Alasan tempat ini masih disukai: Setelah renovasi pada 2005, restoran Bologna tampil sebagai restoran berinterior modern dan terbuka, penuh dengan jendela kaca dan bar yang berisi minuman lengkap.

Dengan interior yang baru, restoran ini tak terlihat seperti berusia 24 tahun. Tetapi menu mereka masih tetap menyajikan hidangan Italia klasik karya koki Carlo Marengon. Mereka memakai rempah dedaunan segar, yang dipetik langsung dari kebun rempah di dekat restoran.

Menu pilihan: Awali dengan capresse dengan daun basil dan minyak zaitun murni, lanjutkan dengan udang (scampi) bakar yang diimpor langsung dari Italia, ikan cod serta kerang mussel. Hidangan berikutnya adalah Tortelli Porcini. Tutup makan malam dengan tiramisu yang dibuat langsung.

Raffles Blvd. 6, 4/F Marina Mandarin; +65 6845 1111

Pete's Place



Terletak di Grand Hyatt Singapura, Pete's Place adalah salah satu harta karun sajian kuliner di Singapura.

Sejarahnya: Tembok bata merah, taplak meja kotak-kotak merah dan lantai ubin merah adalah tampilan awal Pete's Place ketika baru buka di basement Grand Hyatt.

Kini, Pete's Place tetap mempertahankan suasana yang sama seperti saat buka pada 1971. Buffet sup dan saladnya tetap menjadi favorit, terutama minestrone dan sup jamur.

Alfa Lu, “kapten” yang bergabung ke Pete's Place pada 1973, merasa restoran ini "seolah terperangkap dalam mesin waktu yang indah."

Alasan tempat ini masih disukai: "Kualitas makanan tempat ini selalu terjaga baik dan para stafnya seperti teman lama saya," kata GM Lau, pelanggan yang sudah datang ke tempat ini selama 30 tahun. "Anak-anak saya seperti tumbuh besar dengan restoran ini."

Menu pilihan: Awali dengan buffet sup dan salad sebelum berlanjut ke pasta segar khas buatan mereka seperti Spaghetti Cioppino dengan udang dan kerang, dan lobster bercangkang di atasnya.

Scotts Road 10-12, Grand Hyatt Hotel; +65 6416 7113

Tiffin Room



Kari yang disajikan dengan elegan di Tiffin Room.

Sejarahnya: Awalnya pada 1890-an, kakak beradik Sarkies (pendiri Hotel Raffles) membuat restoran kari bernama Tiffin. Tapi baru pada 1899 restoran yang menyajikan menu kari ini pindah ke Hotel Raffles. Pada 1976, restoran ini resmi bernama Tiffin Room, tapi buffet kari India Utara baru berjalan setelah Hotel Raffles diperbarui pada 1989.

Alasan tempat ini masih disukai: Dengan koki asal India, Kuldeep Negi, dan ahli anggur Dheeraj Bhatia yang mengurusi daftar panjang wine, Tiffin Room cukup layak menjadi restoran India terbaik di Singapura.

Menu pilihan: Papadum dengan cabai, celupan yoghurt berkrim dan asam, udang ala Goa dengan kari santan dan asam jawa, ayam mentega dan makanan penutup vermicelli “kuah” susu.

Pilihan lain yang lebih mewah (seperti maharaja India dalam masa penjajahan Inggris) adalah naan bertabur bawang putih dengan kari domba cincang serta raan (domba panggang bumbu tandoor) dengan saus mint disajikan oleh staf pelayan berjaket putih.

Beach Road 1, Raffles Hotel; +65 6412 1816

 id.travel.yahoo.com

Delapan Makanan Thailand yang 'Kontroversial'

Udang hidup, tiram yang terfermentasi dan semut merah. Bahkan orang Thailand sendiri pun kesulitan mencerna beberapa makanan di bawah ini.

Oleh Mark Wiens

Tidak semua makanan Thailand memiliki tampilan yang menggoda dan aroma sensasional. Beberapa hidangan ada yang tidak hanya membuat orang asing mual, tapi juga orang Thailand sendiri. Meski menjijikkan bagi sebagian orang, makanan-makanan di bawah ini memiliki penggemar masing-masing.

Berikut beberapa hidangan Thailand kontroversial yang bisa Anda dapatkan.

Goong Ten



Selalu penasaran akan rasa udang hidup “menari-nari” di dalam mulut Anda? Cobalah goong ten.

Arti harafiah dari goong ten adalah udang menari. Maka jangan heran jika binatang ini disajikan hidup-hidup. Berupa salad, goong ten akan disajikan di mangkuk logam. Udang-udang kecil yang bening itu akan berusaha bergerak-gerak (dengan sia-sia tentunya) untuk membebaskan diri.

Alasan menyukai hidangan ini: Saya akui, sesendok salad ini terasa menghibur sekaligus lezat. Saat digigit, udang ini akan mengeluarkan rasa asin dan ditutup dengan kerenyahan yang menyenangkan.

Larb Leuat Neua



Penggemar makanan ini tidak akan terserang anemia. Walaupun mungkin mereka bisa terkena diare.

Makanan ini berisi daging sapi mentah dengan taburan daun mint. Seakan tidak cukup berdarah, hidangan daging sapi ini ditambah lagi dengan siraman saus kental berupa darah mentah. Selama ini kita selalu dinasihati untuk tidak makan daging mentah dengan darah mentah, tapi hidangan ini membalikkan semua nasihat tersebut.

Alasan menyukai hidangan ini: Tak ada yang lebih maskulin daripada makan darah berbumbu dipasangkan dengan segelas bir dingin.

Som Tam Hoy Dong



Som tam hoy dong: Salad buah pepaya dengan campuran yang membuat mual.

Berupa tiram yang difermentasi, direndam lagi dengan saus kental warna merah darah. Tidak hanya orang asing, orang Thailand pun sering tidak berani menyantap hidangan yang berpotensi besar menyebabkan orang terkena diare ini.

Alasan menyukai hidangan ini: Dari kebanyakan penggemar, saya melihat mereka yang menyukai makanan ini sudah menyukai rasa kerang terfermentasi sejak kecil.

Gong Chae Nam Pla



Udang, berhenti melihat ke arahku.

Udang lipan mentah direndam dalam kecap ikan tampak mengerikan. Capit, tentakel dan matanya yang melotot terus-terusan melihat ke arah Anda yang tengah menyeruput dagingnya yang licin. Dan tenggorokan Anda bisa “tertusuk-tusuk” saat mencoba mengisap habis daging udang ini.

Alasan menyukai hidangan ini: Asin, amis, berbumbu dan licin. Jika Anda menyukai kombinasi tekstur dan rasa ini menggoda, maka Anda bisa menikmati goong chae nam pla.

Larb Mote Daeng



Semut bukan hanya makanan trenggiling. Larb Mote Daeng adalah hidangan Thailand yang paling dianggap remeh.

Semut merah dan telur-telurnya adalah benda berharga dalam beberapa hidangan Thailand. Coba saja, tutup mata seseorang, suapi mereka segigit larb semut merah, dan biasanya mereka akan mengakui makanan itu terasa lezat. Hanya saja, sayangnya, membayangkan makan telur semut bisa menjijikkan buat beberapa orang.

Alasan menyukai hidangan ini: Semut merah memakan daun mangga sehingga tubuh mereka terasa seperti perasan jeruk nipis. Sementara itu, telur semut terasa berlemak, seperti mentega asli yang kaya rasa.

Yam Kai Yeow Maa



Meski dicampur dengan salad Thai yang nikmat, telur bebek hitam tua tidak akan terasa enak buat sebagian besar orang.

Salad Thai ini memiliki campuran telur bebek yang sudah menghitam dan mengenyal karena proses pengawetannya. Kedengaran menjijikkan? Untuk sebagian orang, hidangan ini terasa betul-betul menjijikkan. Telurnya akan terasa seperti kapur, bahwa Anda sebenarnya sedang memakan sesuatu yang sudah harus dibuang beberapa waktu lalu.

Alasan menyukai hidangan ini: Bosan dengan telur rebus biasa, penggemar yam kai yeow maa menyukai tekstur dan rasa berbeda hidangan ini.

Kai Khao



Sebaskom besar embrio telur bebek. Siap menikmati?

Meski lebih terkenal di Filipina, Thailand ternyata punya versi mirip hidangan telur yang sudah menjadi embrio ini. Dari cangkangnya, telur ini terlihat seperti telur rebus biasa. Begitu dimakan, akan langsung terasa tekstur aneh-renyah yang bisa membuat Anda hampir muntah atau mencabut bulu dari antara gigi.

Alasan menyukai hidangan ini: Rasanya persis seperti telur rebus, hanya ada terdapat “tambahan” menarik yang bisa memberi keragaman rasa dan tekstur.

Gaeng Sataw



Petai tak hanya populer di Indonesia tapi juga Thailand.

Akan selalu ada hambatan psikologis memakan makanan yang mengandung petai. Petai mengandung gas yang baunya tak jauh berbeda dengan kentut manusia.

Alasan menyukai hidangan ini: Bau petai lebih tajam ketika jauh dari Anda, daripada saat berada di meja di depan Anda. Meski rasa petai tak terlalu kuat, tapi kandungan gizinya banyak.

id.travel.yahoo.com

Tuesday, April 5, 2011

Playful Kiss: Bou Man Tou ala Chef Joon Goo

Tuang minyak ke adonan

 Di remas2

 dibentuk bulatan besar

 Digiling

 potong2 isinya yg berwarna warni (seperti mochi)

 Susun mochi di atas adonan


tutup adonan

jadi seperti ini, seperti siomay

Goreng adonan

This is it...!
Bou Man Tou ala Chef Bong Joon Goo siap dinikmati...!

Buah Tarap


Sepertinya hanya orang Kalimantan saja yg mengenal buah tarap. Tarap adalah buah lokal yang bentuknya bulat seperti sukun, kecil, isi dalamnya seperti nangka berwarna putih dan manis. Kulitnya mempunyai 'bulu2' agak kasar dan rapat2. Daunnya lebar dan berbulu. Buah ini memiliki getah yg kuat, jadi jangan sampai kena baju karna akan susah hilangnya. Kalau sudah masak, buah ini akan mengeluarkan bau wangi yg bisa memenuhi seluruh rumah. Aromanya mirip buah duren/ mirip bau bir. Makanya buah ini tidak bisa diajak traveling karena akan membuat para penumpang dalam kendaraan bisa mabuk. Kalau terlalu banyak memakannya, bisa pusing dan mual. Jika sudah masak, buah ini harus segera dihabiskan hari itu juga, tidak bisa disimpan buat besok2 karna cepat rusak/busuk.


Tarap yang masih muda atau mengkal dijadikan pelengkap/lauk teman makan nasi. proses pembuatannya pun hampir sama dengan mandai (kulit buah cempedak yang diasinkan).
Tarap tersebut diproses dengan cara pengasinan atau disebut juga dalam bahasa banjar jaruk. Proses pengasinan itu direndam dengan air garam. Adapula dilakukan dengan cara pakasam yaitu, proses pengasinan menggunakan bahan beras ketan dan garam laut.Tarap jaruk dipotong kecil-kecil. sediakan bawang merah-putih, cabe merah besar (dipotong tipis-tipis), kemudian goreng dalam minyak panas. setelah agak kecoklatan, barulah diangkat dan ditiriskan.
Daunnya yg lebar dan tebal bisa digunakan sebagai pembungkus makanan/nasi. Bijinya bisa digoreng/dipanaskan tanpa minyak dan dimakan seperti kacang/biji cempedak.


 Buahnya

Bijinya



Wednesday, February 16, 2011

Soju

Kalo kalian pernah menonton drama Korea pasti sering mendengar minuman ini. Soju adalah minuman keras khas Korea, dan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Korea, ibarat sake yang identik dengan orang Jepang.
Soju (Hangul 소주; Hanja烧酒) adalah minuman distilasi asli Korea. Soju yang umumnya dikemas dalam botol kaca hijau sangat mudah ditemukan di Korea. Soju dijual di supermarket, restoran, bahkan warung pinggir jalan. Minuman yang terbuat dari beras ini adalah minuman yang digemari oleh baik laki-laki maupun perempuan, mulai remaja sampai orangtua.
Soju bukan satu-satunya minuman keras yang dimiliki Korea, namun merupakan yang paling populer. Soju  dikenal  karena harganya yang cukup murah untuk kategori minuman keras. Harga soju bervariasi mulai dari 1000 won hingga 3000 won, atau sepuluh sampai tiga puluh ribu kalau pakai kurs rupiah (ini harga soju di Korea ya). Makanya ga heran kalau soju bisa dinikmati semua kalangan, mulai dari kuli bangunan sampai bos berdasi.
Bahan baku utama dalam membuat soju adalah beras. Saat ini soju juga dibuat dengan bahan tepung-tepungan yang lain seperti kentang, ubi manis, gandum atau barley (sejenis gandum yang digunakan untuk membuat bir). Kadar alkohol soju berkisar antara 20% hingga 45%. Namun yang paling sering dijumpai dan dijual hanya berkadar 20%. Akan tetapi, ada juga produsen yang membuat soju dengan kadar alkohol nyaris 100%. Sayangnya harganya mahal dan sedikit susah ditemui.
Rasa soju sedikit mirip dengan vodka yang ringan saat ditenggak, namun berekasi saat melewati tenggorokan. Hanya saja, karena pada proses pembuatannya ditambahkan gula, maka ada rasa manis yang tipis (slight). Orang Korea suka sekali menambahkan gula di produknya, misal saat pembuatan kimchi, acar bahkan soju, walaupun makanan Korea sebenarnya tidak manis. Dan asal tahu saja, rasa dan baunya agak mirip aceton. Rasa manis yang biasanya disebutkan sebagai citarasa soju benar-benar hanya tipis saja. Itu sebabnya banyak yang mencampurnya dengan bir, agar tak terlalu pahit dan lebih bersahabat dengan lidah. Di Korea, soju yang dicampur dengan bir disebut So-Mek (soju-Mekju/beer)
Minum soju memang sudah jadi budaya di sana, salah satu contohnya setelah pulang kerja (biasanya pegawai laki-laki), dengan beberapa teman akan minum soju bersama-sama. Mereka akan minum sepuasnya (sudah pasti sampai mabuk), sambil membicarakan soal pekerjaan mereka, keluarga bahkan masalah negara (kalo di Indonesia mungkin sama aja di warung kopi kali ya). Mengapa mereka pergi bersama-sama? Karena bagi orang Korea, mengisi gelas minuman untuk diri sendiri adalah tindakan yang melawan tradisi. Menurut filosofinya, menuangkan minum untuk orang lain menyimbolkan perhatian dan persahabatan. Jika kamu melihat di drama Korea, biasanya orang yang minum sendiri di warung tenda pinggir jalan adalah orang yang sedang gundah, putus asa atau marah.
How to drink soju
Seperti minuman keras Asia lainnya, minum Soju juga ada etika yang khas. Soju biasanya disajikan dalam gelas. Umumnya, seperti kebiasaan Korea, kamu tidak boleh mengisi gelas kamu sendiri, orang lain akan mengisi gelas kosong kamu. Juga, sebagai rasa hormat, kamu tidak boleh menuangkan minuman kepada orang yang lebih senior (secara usia dan profesional). Jika Anda berada di antara orang-orang yang mengikuti tradisi ini, selalu ingat aturan ini:
* Soju dikonsumsi dalam pertemuan kelompok.
* Jangan pernah menuangkan segelas Soju untuk kamu sendiri.
* Pegang gelas dengan kedua tangan jika orang yang dihormati menuangkan minuman keras.
* Bila menerima Soju dari orang lain, tempelkan gelas di telapak tangan kiri kamu, kemudian pegang dengan tangan kanan dan sedikit menundukkan kepala.
* Minum Soju dengan menghirup atau minum dalam sekali teguk (one shoot).
* Ketika menuangkan Soju bagi orang lain, pegang botol soju dengan tangan kanan. Sementara tangan kiri menyentuh siku atau lengan bawah.
* Refill gelas hanya ketika gelas tersebut kosong.
* Orang yang lebih muda di meja tersebut harus selalu menunduk dan menyeruput Soju jika yang lebih tua ada di meja.
Pesan aku, biar kita suka Korea bukan berarti kita harus ngikutin semua kebiasaan mereka. Kalau kebiasaan baik, boleh kita contoh. Tapi kalau minum-minum sampai mabuk mendingan jangan ditiru ya. Apalagi buat yang masih di bawah umur. Pokoknya gak boleh!
Sumber
Wikipedia
http://mykoreanstudies.wordpress
http://koreanpoplovers.blogspot
http://koreanindo.wordpress.com/2010/10/20/korean-cuisine-6-soju/

Sunday, February 6, 2011

Roti Kim Tak Goo



Ini dia Bong Bbang atau Roti Bong milik Kim Tak Goo hahaha..(photo credit chalkastar/flickr)

Dijual di Paris Baguette, isinya kacang merah dengan campuran arak beras atau makguli dengan sedikit sekali ragi. Harganya per Sept 2010 sekitar 1000 Won/pcs atau Rp 10 ribuan lah. Jadi satu kotak isi 3 mungkin 3 ribu Won ya..


Rasanya : Ada yang bilang enak sekali, mungkin karena pengaruh drama ^_^, tapi ada yang bilang ia kecewa karena rasanya tidak beda dengan roti kacang merah biasanya (dia terlalu over ekspektasi) Aku sendiri ngga tahu rasanya seperti apa, soalnya belum pernah makan roti isi kacang merah, kalau bakpao isi kacang hitam mah sering hehe..


Kalau yang dibawah ini adalah Corn and barley bread, atau roti jagung dan jelai ala Tak Goo, roti yang pertama kali dibuat oleh Tak Goo. 


Dijual di Paris Baguette Bakery di Airport Incheon dan semua cabang Paris Baguette Bakery (mirip Pal Bong Bakery ya.)


Rasanya : Lumayan enak menurut seoulbeats, apalagi kalau masih hangat. Agak kenyal. Mungkin mirip roti jagungnya Vitasari Bandung, ya kubayangkan sih mungkin more or less mirip rasanya :)


Beberapa produk Paris Baguette :


Kalau donatnya, menurut Fatmanseoul, terlalu manis, yah kalau rasa sepertinya tergantung selera. Tapi kalau penampilan donatnya sepertinya bagusan punya Jakc o kata aku, lebih kinclong :) ngga tahu rasanya.


Tiramisunya kelihatan menggiurkan. Yummy...


Ini beberapa contoh cakes and taarts dari Paris Baguette.


Permen
Cookies (mirip yang di Primarasa Bandung, ya kemasannya)
Coconut buns with vanilla custard..yum yum...
Blueberry bun $1.5, Green tea pumpkin bread $1.8, Rind donut $1.25, Blueberry croissant $1.8


Kenapa Paris Baguette? Karena drama Kim Tak Goo ini sebenarnya kisah nyata kehidupan Presiden Paris Baguette, Heo Young In.

Websitenya : http://www.parisbaguetteusa.com/
Paris Baguette, buka pertama kali di Korea th 1988, dan sekarang sudah memiliki 1.700 lokasi termasuk 30 toko di Cina dan 10 di USA (California, New York, New Jersey, dan Pennsylvania) dan sekarang adalah Bakery franchise no. 1 di Korea dengan berbagai macam awards.


Kelebihan Paris Baguette adalah roti-rotinya yang fresh. Katanya cuma tahan sehari karena tidak menggunakan pengawet, tapi untuk Barley and corn bread, biarpun sudah sekitar 2 hari, katanya rasanya masih enak.


Ini cabang Paris Baguette di California, USA.
Alamatnya : Paris Baguette
125 N Western Ave
Los Angeles,CA 90004


(323) 467-0404


Hours: 6:30am-9pm

Wah ...kapan buka di Indonesia ya..(aku pasti antri hahaha)
Oh dan satu lagi, seharusnya drama Kim Tak Goo ini dibuat sequelnya ya, memperlihatkan bagaimana Tak Goo/ Heo Young In mulai membangun bisnisnya dan ekspansi ke USA, kayanya asyik tuh.


sumber: Kadorama-recaps.blogspot.com